Oleh: ningsihnh | 27 September 2012

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup,

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, yang lain terbuka, tetapi sering kita melihat begitu lama pada pintu yang tertutup sehingga kita tidak melihat satu yang telah dibuka untuk kita.
When one door of happiness closes, another opens; but often we look so long at the closed door that we do not see the one which has been opened for us.
Hellen Keller


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: