Oleh: ningsihnh | 20 Juli 2012

MAMPUKAH MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYAR

MAMPUKAH MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT ???
**
Sebuah kisah nyata yang cukup bagus untuk contoh kita semua (pernah
ditayangkan di MetroTV).

Semoga kita dapat mengambil pelajaran.

MAMPUKAH MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT ???

Ini kisah nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis
Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan
Investment,
beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia.

Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar adanya.

Silahkan dibaca dan dihayati.

============ ========= ========= ========= ========= ========= ========

Sebuah perenungan, Buat para suami, di baca ya….. atau istri & calon
istri
juga boleh…

Dilihat dari usia beliau yang sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja
bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi
dengan merawat istrinya yang sakit. Isterinya juga sudah tua.Mereka
menikah
sudah lebih 32 tahun. Dan dikarunia 4 orang anak.

Disinilah awal cobaan menimpanya, setelah sang isteri melahirkan anak
keempat
tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2
tahun.
Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa
tidak
bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan
mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia
letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau
istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.

Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya
sehingga
siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia
pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia
temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia
alami
seharian tadi.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang dan tidak bisa menanggapi, Pak
Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap
berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar
dia
merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka,
sekarang
anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua
mereka
sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah
tinggal
dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg
merawat, yang dia inginkan hanya satu, semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata “Pak kami ingin
sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak
ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. bahkan bapak tidak
ijinkan kami menjaga ibu”.

Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2 “sudah yg keempat
kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan
mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban
seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan
merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya.”Anak2ku
……….. Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu,
mungkin bapak akan menikah….. tapi ketahuilah dengan keadaan ibu
kalian
disampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian..

Sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir
didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan
apapun.

Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini??
Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia
meninggalkan ibumu dengan keadaanya yang sekarang, kalian menginginkan
bapak

yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana
dengan
ibumu yg masih sakit..”

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno. Merekapun melihat butiran2
kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno…dengan pilu ditatapnya mata
suami
yg…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: