Oleh: ningsihnh | 25 Mei 2012

Riset Menemukan; 52,3 % Anak-anak Terpapar Asap Rokok Sampai Usia 15

“Paparan asap rokok erat kaitannya dengan batuk kronis yang terjadi dalam kehidupan dewasa seorang anak”

SAN FRANCISCO, Jaringnews.com – Anak-anak yang terpapar asap rokok atau menjadi perokok pasif memiliki risiko tinggi masalah paru-paru dalam waktu lama. Kesimpulan ini merupakan hasil studi ilmuwan di University Arizona, Amerika Serikat.

Sekelompok ilmuwan dari University Arizona menganalisis hasil dari studi selama 24 tahun untuk menilai prevalensi dan faktor risiko penyakit pernafasan kronis. Studi ini sendiri akan dipresentasikan pada ATS International Conference 2012 di San Francisco, Amerika Serikat.

Para peneliti menemukan 52,3 persen anak-anak terpapar asap rokok sampai usia 15. Setelah disesuaikan dengan jenis kelamin, usia, periode merokok. Mereka temukan, risiko gangguan pernapasan dikaitkan dengan paparan asap rokok.

“Kami memeriksa masalah asma dan gangguan pernafasan lainnya dan menemukan, paparan asap rokok orang tua sangat erat kaitannya dengan batuk dan batu kronis yang terjadi dalam kehidupan dewasa seorang anak”, kata penulis studi, Dr Julian Pugmire, seperti dikutip Dailymail.

Peneliti juga memperingatkan bahaya dalam jangka panjang yang diderita anak-anak ketika orang tua mereka merokok. “Penelitian sebelumnya telah memperlihatkan hubungan antara orang tua yang merokok dan penyakit pernafasan pada balita. Kami berusaha untuk menunjukkan apakah efek ini bertahan sampai dewasa”, imbuhnya.

Pugmire menambahkan, batuk kronis merupakan risiko awal kondisi paru-paru yang serius. “Batuk kronis dan bronkitis kronis (batuk berdahak) merupakan faktor risiko yang signifikan untuk COPD (chronic obstructive pulmonary disease) atau PPOK (penyakit paru obstruktif kronik) di kemudian hari.

Bronkitis kronis merupakan peradangan kronis pada saluran pernapasan (ukuran sedang saluran udara) dalam paru-paru. Hal ini umumnya dianggap salah satu dari dua bentuk PPOK, dan juga didefinisikan secara klinis sebagai batuk yang menghasilakn sputum (dahak) dan lendir, setidaknya selama tiga bulan per tahun dalam dua tahun berturut-turut.

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) terjadinya diakibatkan oleh bronkitis kronis atau emfisema-penyakit paru-paru. Dimana jalan napas menyempit. Hal ini menyebabkan keterbatasan aliran udara ke dan dari paru-paru, sehingga menyebabkan sesak nafas (dyspnea).

Sebelumnya, diketahui perokok pasif akan meningkatkan tekanan darah pada anak. Untuk itu penting bagi anak untuk selalu menghindari asap rokok. Penting bagi orangtua yang merokok untuk tidak merokok di sekitar anak-anak mereka dan selalu mencuci tangan setelah merokok, karena orang tua yang merokok dapat meracuni anak-anak mereka.

(Aml / Mys)

http://jaringnews.com/hidup-sehat/medika/15704/riset-menemukan-anak-anak-terpapar-asap-rokok-sampai-usia-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: