Oleh: ningsihnh | 11 Mei 2012

Negara Terburuk untuk Tempat Menjadi Ibu

Rahma Lillahi Sativa – detikHealth

img
(dok: BBC)
Jakarta, Kesehatan bayi dan anak-anak sangat bergantung pada kondisi kesehatan sang ibu. Menurut yayasan Save the Children, sebuah negara di Afrika Barat bernama Niger dinobatkan sebagai tempat terburuk di dunia untuk menjadi ibu.

Yayasan tersebut merangkum pemantauan terhadap kondisi ibu di 165 negara di seluruh penjuru dunia dalam sebuah indeks yang dirilis setiap tahun. Indeks ini didapatkan sejumlah faktor termasuk kesehatan, pendidikan, status ekonomi dan nutrisi yang didapatkan sang ibu.

Dalam indeks tersebut, Niger dilaporkan mengalami krisis makanan regional yang cukup parah, bahkan Niger menggantikan Afghanistan di posisi terbawah indeks tersebut.

Setelah dua tahun berada di posisi terbawah, Afghanistan telah beranjak naik satu posisi berkat investasi terhadap pendidikan pekerja kesehatan di negara tersebut.

Save the Children mengatakan bahwa krisis makanan yang terjadi di Niger mengancam nyawa jutaan generasi muda. Ironisnya, sejak kecil para ibu di Niger sudah mengalami malnutrisi sehingga kondisi kesehatan bayinya pun rentan, belum lagi berat badan bayinya yang jauh di bawah normal.

Yayasan itu mewanti-wanti jika sang ibu miskin, terlalu banyak bekerja, berpendidikan rendah dan memiliki kondisi kesehatan yang buruk, maka ia takkan mampu memberi makan bayinya secara memadai.

“Kami mendesak perlunya kepemimpinan global terhadap penanganan malnutrisi untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayinya,” ungkap Brendan Cox, direktur kebijakan Save the Children seperti dilansir dari BBC, Selasa (8/5/2012).

Save the Children percaya jika ada sebuah program untuk penanganan malnutrisi maka program itu bisa difokuskan pada 1.000 hari pertama sejak masa kehamilan untuk membantu memecahkan lingkaran setan yang terjadi pada bayi dan anak-anak di Niger.

Analis BBC Africa, Martin Plaut menyatakan bahwa kekayaan bukanlah kriteria utama bagi posisi suatu negara di survei tersebut.

Justru negara miskin seperti Malawi secara signifikan telah melakukan sesuatu yang lebih baik daripada yang diperkirakan selama ini yaitu mendorong para ibu menyusui bayinya sejam setelah melahirkan dan terus melakukannya selama lebih dari dua tahun.

Koresponden BBC pun mengungkap bahwa Nepal, Pakistan dan Mali telah melatih 10 ribuan penyuluh kesehatan untuk mengajarkan cara menyusui kepada ibu-ibu di penjuru negara. Hasilnya, program menyusui semakin meningkat di kalangan para ibu dan jumlah anak-anak bergizi buruk telah menurun tajam.

5 tempat terburuk untuk menjadi ibu:
1. Niger
2. Afghanistan
3. Yaman
4. Guinea-Bissau
5. Mali

5 tempat terbaik untuk menjadi ibu:
1. Norwegia
2. Islandia
3. Swedia
4. Selandia Baru
5. Denmark
(ir/ir)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: