Oleh: ningsihnh | 9 April 2012

Bahaya Roti Berpengawet

Roti sebagian orang telah menjadi menu wajib sarapan dipagi hari. Roti sebenarnya makanan yang tidak dapat bertahan lama. Sedangkan untuk roti yang dapat bertahan lama hingga berhari – hari patut dicurigai roti tersebut telah menggunakan bahan pengawet.

Pada era industri yang semakin maju ini, tentunya dari pihak produsen tidak ingin produknya cepat rusak dan dapat bertahan lama untuk menghindari kerugian. Untuk itu produsen nakal memakai zat pengawet dalam produknya. Zat pengawet ini merupakan zat aditif yang digunakan dalam suatu produk untuk menghindari produk tersebut tidak cepat rusak yang diakibatkan oleh bakteri, jamur, atau mikroba lain. Hal ini tentu saja berbahaya bagi kesehatan.

Tapi tidak semua roti menggunakan zat pengawet. Untuk itu terutama bagi para Ibu harus lebih teliti dan cermat dalam memilih roti. Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan dalam memilih roti tanpa bahan pengawet.

  • Roti dapat bertahan sangat lama
  • Roti memiliki tampilan yang sangat putih
  • Bila dipegang memiliki tekstur yang kurang lembut dan kurang kenyal dan agak keras.

Menurut Ir Chandra Irawan MSi, seorang ahli kimia pangan dan gizi dari Akademi KImia Analis Bogor memaparkan, para produsen nakal ini mencampurkan bahan pengawet secara berlebihan, seperti:

  • Calcium Propianate

Zat ini berfungsi sebagai pencegah pertumbuhan jamur maupun bakteri. Produsen makanan menggunakan zat ini agar produkny dapat bertahan lebih lama. Menurut penelitian Badan Internasional Agency for Research on Cancer atau IARC, calcium propianate dapat memicu tumbuhnya kanker. Seperti dilansir nowpublic.

  • Potassium Bromate (KBrO3)

Zat ini digunakan agar adonan roti lebih mengembang, lebih elastis dan lebih kuat. Pada sebuah penelitian yang dilakukan Y Kurokawa, A Maekawa, M Takahashi dan Y Hayashi dari Division of Toxicology, National Institute of Hygienic Sciences, Tokyo, menyatakan potasium bromate dapat menginduksi tumor sel ginjal, mesotelioma dari peritoneum, dan sel tumor follicular tiroid, seperti dilansir ncbi.nlm.nih.gov.

Saat dipanggang sebenarnya zat – zat berbahaya ini keluar dari adonan. Tapi jika terlalu banyak ditambahkan pada saat pembuatan adonan roti dan jika roti tidak dimasak dalam waktu yang tidak cukup lama atau pada suhu yang kurang tinggi maka zat pengawet dalam roti tidak semuanya akan keluar atau masih tersisa dalam roti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: