Oleh: ningsihnh | 24 Maret 2012

Saat jarak memisahkan

Hidup ini merupakan perjalanan menuju titik zenith dan nadir…
Menngoncang persendian sebagai pertahanan terakhir….
Aku tak mau mengerti sebab dia…

Sungguh rasa tak percaya menyambut begitu rupa….
Menggoyahkan ingin yang membubung….
Hingga pada saatnya ketakjuban itu sirna tanpa bekas
Inilah hidup…
Yang berjarak dan tidak…
Menjadikan tipuan rindu menyerang kalbu…

Dan bila pemujaan akan rasa pilu hingga rindu..
Hingga jarak tidaklah berarti bagimu…
Yang lain bagiku….sungguh tak sanggup…
Aku disini dan engkau di sana..

Merahmu…..

Lupakan saatmu ingin terbang…
Rendahkan ego yang menghiba
Lalu lepaskan perlahan….
Hingga kesanggupan itu sirna…

Mengingatmu bagai duka tersendiri….
Yang perlahan menginjak-injak kesatuan cita
Cobalah perlahan menjadi violet kalau kau tak bisa biru…
Bahkan putih tak akan mencelamu dengan perpaduannya

Dan bentangkan hijaumu di keliling jagad tak bertepi…
Untuk semua jiwa yang haus akan kepaduan senadungmu..
Menyeretmu menjadi merah sebab mereka menghiba
Memintamu menjadi yang tidak seharusnya….

/andini2012


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: